Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

13 Pesepakbola dengan Pekerjaan Sampingan Unik

Dalam dunia sepakbola, banyak pesepakbola yang mendapatkan gaji selangit dari klub yang dibelanya setiap pekannya, dengan uang sebanyak itu banyak pesepakbola menggunakannya untuk berbagai hal termasuk untuk berinvestasi membuka bisnis sampingan, berikut beberapa pesepakbola yang berinvestasi membuka bisnis sampingan

Tidak sedikit pesepakbola yang memiliki pekerjaan sampingan di luar lapangan hijau. Ada yang biasa-biasa saja, dan sebagian ada yang unik serta menarik. Siapa sajakah mereka?

Berikut 6 pesepakbola dengan pekerjaan sampingan yang unik:

1. Gheorghe Popescu (Mata-mata)


Pernah menjadi kapten Barcelona dan bermain untuk Tottenham Hotspur, PSV Eindhoven serta Galatasaray. Namun, siapa sangka Popescu pernah menjadi mata-mata di awal karier sepakbolanya.
Ya, Popescu pernah menjadi mata-mata badan intelejen Rumania, Securitate, ketika masih memperkuat Universitatea Craiova. Tugas Popescu waktu itu adalah menyuplai informasi apakah ada pesepakbola yang menjadi pembelot negara.

Universitatea Craiova merupakan tim sepakbola bentukan tentara nasional Rumania. Pada 1988, Popescu dipinjamkan Craiova ke Steaua Bucuresti. Ketika itu sejumlah pemain Steaua dirumorkan terlibat pemberontakan. keren gan..

2. Morten Gamst Pedersen (Anggota Boy Band)


Pedersen merupakan salah satu gelandang elegan yang pernah dimiliki timnas Norwegia. Tapi, tahukah Anda kegiatan Pedersen di luar lapangan? Pemain Blackburn Rovers itu ternyata frontman boy band asal Norwegia, The Players. Pedersen membentuk The Players bersama sejumlah pesepakbola lainnya, Freddy dos Santos, Raymond Kvisvik, Kristofer Hæstad dan Oyvind Svenning, pada 2006.

Lucunya, satu-satunya single yang dikeluarkan The Players adalah lagu berjudul "This Is For Real". Lagu tersebut menjadi hits di sejumlah negara Skandinavia. Semua uang hasil penjualan lagu tersebut didonasikan ke Palang Merah Internasional. mudah-mudahan ga maho ya gan..

3. Ray Wilson (Ahli Kubur)


Wilson merupakan bek kiri yang mengantarkan Inggris menjuarai Piala Dunia 1966. Setelah pensiun pada 1971, Wilson sempat menangani Bradford City sejenak. Di tahun yang sama, mantan pelatih Everton itu langsung memulai bisnis jasa penguburan mayat, pekerjaan yang digelutinya sebelum menjadi pesepakbola profesional. Bahkan, perusahaan jasa penguburan mayat Wilson di Huddersfield meraih sukses. Wilson pensiun di bidang itu pada 1997.


4. Steve Savidan (Tukang Sampah)


Pada 13 November 2008, Savidan membuat sensasi di sepakbola Prancis. Ya, striker yang ketika itu memperkuat Caen ini dipanggil pelatih Raymond Domenech untuk menghadapi Uruguay di laga persahabatan. Savidan yang saat itu berusia 30, main di babak kedua. Laga melawan Uruguay menjadi satu-satunya caps Savidan bersama Les Blues.

Savidan mengaku bangga dengan pencapaiannya tersebut. Pasalnya, empat tahun sebelumnya Savidan pernah bekerja sebagai tukang sampah ketika bermain untuk klub Divisi 6 Liga Prancis, Angoulême CFC.

"Saya lahir di waktu yang sama. Saya dari generasi yang sama dengan Thierry Henry dan Nicolas Anelka. Ketika itu, Anda harus punya tinggi di atas 180cm untuk bisa dipilih, sedangkan saya di bawahnya," ujar Savidan.

5. Vinnie Jones (Aktor)


Jones memiliki karier yang cukup berimbang di dunia sepakbola dan film. Mantan gelandang timnas Wales itu memiliki pengalaman segudang di Premier League ketika memperkuat Chelsea dan Wimbledon. Jones juga meraih gelar Piala FA 1988.

Sedangkan di dunia hiburan, Jones bukan aktor sembarangan. Jones pernah membintangi film Hollywood seperti Snatch, Gone in 60 Seconds, Swordfish, X-Men: The Last Stand, Kill The Irishman, hingga Madagascar 3: Europe's Most Wanted.


6. Socrates (Dokter)


Socrates merupakan salah satu legenda sepakbola Brasil. Di luar lapangan, pemain yang wafat pada 4 Desember 2011 itu meraih pencapaian yang jarang dilakukan pesepakbola.

Ya, mantan pemain Fiorentina itu merupakan dokter lulusan Faculdade de Medicina de Ribeirão Preto. Hebatnya, Socrates meraih gelar dokter saat masih aktif bermain sepakbola. Setelah pensiun, Socrates membuka praktek di Rumah Sakit Ribeirão Preto.

7. Cristiano Ronaldo - Butik dan Fashion


Cristiano Ronaldo membuka butik pertamanya lima tahun silam di kota kelahirannya, Funchal, Madeira. Bintang sepakbola yang kerap berganti pasar ini juga bisnis di properti. Namun, kendaraan mewah sekelas Ferrari dan Lamborghini masih sebatas koleksi, belum bisnis.

Setelah butik pertama, gerai kedua dibuka di Lisbon, Portugal. Butik yang menggunakan merek CR7, Cristiano Ronaldo dengan nomor punggung 7 itu, sudah merambah ke Madrid, tempatnya mengukir prestasi di lapangan hijau saat ini. “Saya sangat menyukai fashion,” kata Ronaldo. “CR7 adalah cermin diri saya.”

Ronaldo terjun ke bisnis fashion dengan alasan senang tampil trendi. Pria kelahiran 5 Februari 1985 ini pernah menjadi simbol produk ternama seperti Emporio Armani. CR7 merupakan singkatan Cristiano Ronaldo dan nomor punggung ketika dia membela klub Manchester United. Itulah merek butiknya yang sudah sampai ke Madrid, Spanyol.

8. Rio Ferdinand - Restoran


Rio Ferdinand adalah salah satu contoh paling sukses dalam dunia kuliner untuk ukuran seorang pesepakbola. Adapun, pemain Manchester United itu merupakan salah satu pemilik dari sebuah restoran bernama Rosso, yang berada di pusat kota Manchester.

Untuk urusan yang satu ini, para pendukung United tentu sudah tahu mengenai restoran yang dikawal oleh Rio Ferdinand. Benar saja, sang pemain kerap men-tweet kedainya guna membagi informasi kepada khalayak luas.

Dibuka pada November 2009, dengan tujuan utama untuk menawarkan pengalaman restoran Italia, Rosso lantas menggembar-gemborkan diri sebagai warung yang mewah, stylish, dan sederhana.

Menu yang ada di restoran itu pun terbilang otentik, disertai dengan harga yang tidak terlalu mahal, ‘good food at a good price’, begitulah review seperti yang dikeluarkan whathappenedlastnight.

Sebagai contoh, seporsi margarita pizza, dihargai mulai dari £6.5. Sementara, hidangan lain seperti pasta dibanderol dengan harga £6 sampai £10 . Selain makanan dengan harga yang terbilang murah untuk ukuran orang Inggris yang bergaji poundsterling, ada pula santapan yang tergolong wah di restoran ini.

Dikisahkan, harga sepiring lobster bisa Anda dapatkan jika Anda memiliki uang di dompet sebesar £16.95 sampai £31.95, harga yang hampir sama dengan sebuah jersey 'KW'.

Jika Anda benar-benar seorang jutawan, ada pula wine yang tergolong super harganya. Bernama ‘A Methuselah of Dom Perignon’, warung makan yang diwakili Ferdinand itu membanderol wine tersebut di kisaran harga £12 ribu.


9. Jamie Carragher - Kafe


Dibuka pada 7 Oktober 2007, restoran milik Carragher langsung bisa mencuri hati, terutama bagi kalangan penggemar bola. Adapun di Inggris sana, Cafe Sports Bar ini dinilai sebagai sebuah tempat yang nyaman dan memiliki banyak makanan enak.

“Saya harap ini adalah tempat di mana orang-orang merasa nyaman, terlepas mereka datang dengan rekan-rekannya ataupun bersama anak-anak mereka. Ini adalah tempat di mana semua orang diterima, terutama anak-anak,” ujar Carragher kepada liverpooldailypost.

Di sisi lain, konsep restoran mewah yang berada di 42 Stanley Street, Liverpool, Merseyside, L1 6AL itu juga mendapatkan pujian dari legenda The Reds lainnya, Steven Gerrard.

“Saya kira ini luar biasa. Jamie telah menghabiskan banyak uangnya untuk anak-anak, dan sudah pasti ini adalah tempat untuk orang-orang membawa serta keluarga mereka. Saya sudah pasti akan membawa anak-anak saya ke sini, ini adalah tempat yang nyaman.”

Di dalam restoran yang bernuansa sport itu, Anda bisa memesan beraneka ragam masakan, seperti pizza, pasta, dan daging panggang. Selain itu, ada pula 50 televisi plasma yang menyediakan tontonan event olahraga.

10. Andrei Arshavin - Perancang Busana


Hingga kini tidak banyak yang tahu jika pemain arsenal, Andrei Arshavin, mempunyai label pakaiannya sendiri. Berbeda dengan Cristiano Ronaldo, Arshavin bukan hanya mempunyai sebuah clothing line tetapi juga merancang sendiri koleksinya tersebut.

Rancangannya beragam mulai dari sport wear sampai pakaian kasual. Ia menyatakan bahwa Ia mendirikan clothing line tersebut atas dasar kecintaannya pada dunia tata busana, terutama pakaian wanita. Hal ini tentu saja terbilang ‘kurang lelaki’ untuk seorang pemain bola, hingga pada awalnya usaha ini ia jalankan secara sembunyi-sembunyi. Kini clothing line Arshavin merupakan salah satu yang terbesar di Rusia.

11. David Beckham - Parfum Pria


David Beckham bisa dibilang sebagai bintang sepak bola paling stylish yang ada saat ini. Dari mulai pakaian yang ia kenakan, sepatu, sampai model rambutnya yang selalu up to date selalu menjadi idola banyak orang di dunia. Maka dari itu ketika hendak memulai usaha sampingan, pilihannya tentu saja tidak jauh-jauh dari dunia fesyen.

Suami fashionista Victoria ini telah meluncurkan parfum pria dengan nama Homme by David Beckham pada September 2011 lalu. Menurut Beckham, Homme adalah wewangian yang wajib dimiliki oleh pria yang memperhatikan penampilan. Ia berharap parfum ini akan mengulang kesuksesan parfum sebelumnya yang digarap bersama sang istri.

12. Andres Iniesta - Produsen Anggur


bodega Iniesta adalah nama perusahaan produsen anggur (wine) milik gelandang Barcelona, Andres Iniesta. Iniesta memulai usaha keluarga ini pada pertengahan 2010 lalu. Ia mengucurkan kocek sebesar 9 juta Euro dan menyerahkan operasional perusahaan kepada sang ayah, Jose Antonio Iniesta. Bodega Iniesta memroduksi tiga jenis wine yang dipasarkan ke seluruh Eropa. Demi melancarkan bisnisnya, salah satu gelandang terbaik dunia ini juga berencana mengambil kursus bisnis.

Kini perusahaan anggur miliknya tersebut menjadi sponsor klub Divisi Segunda (II) Spanyol Albateca Balompie. Albateca sendiri sangat berjasa dalam membentuk karier Iniesta menjadi pemain hebat pada masa awal karirnya.

13. Clarence Seedorf - Restoran


Mantan pemain AC Milan, Clarence Seedorf, membuka bisnis kulinernya di pusat kota mode ternama di Italia itu. Diberi nama Fingers, restoran milik pemain asal Belanda itu lantas mencoba untuk memadukan konsep Brasil dan Jepang, yang dibawa ke Milan.

Di Milan sana, Fingers menjadi salah satu tempat yang favorit. Dan sebagai atlet, Seedorf meminta restorannya untuk selalu membuat makanan sehat yang dibuat oleh chef Roberto Okabe, di mana hidangan di sana tidak boleh terlalu banyak mengandung kalori.

“Makanan yang luar biasa dan sebuah restoran yang sangat nyaman, sangat trendy. Sajian tuna atau salmon tartar begitu enak, dan Nido juga nikmat,” demikian penuturan ericm, seorang asal Milan.

Untuk bisa mencoba makanan di sana, setidaknya Anda harus menyiapkan uang yang cukup banyak. Pasalnya, harga di sana dipatok mulai dari $72 sampai $98. Jadi, sediakan uang yang cukup ya hehehe

ID Kaskus : tersirat
Read More

Stadion-stadion sepakbola yang telah berubah fungsi menjadi...

Salah satu unsur paling penting dalam dunia sepakbola adalah stadion. Sebuah tempat berukuran persegi panjang yang biasa dipakai menggelar sebuah pertandingan sepakbola. Biasanya stadion memiliki cerita dan sejarah unik bagi sebuah tim. Namun, bagi sebagian orang, nilai sejarah sebuah klub tidak ada artinya. Letak geografis sebuah stadion bisa sangat menguntungkan jika dipergunakan menjadi fasilitas lain seperti apartemen ataupun perumahan.  Berikut stadion yang mempunyai nilai sejarah tapi disulap menjadi apartemen hingga perumahan:

Highbury - Arsenal



Highburi merupakan sebuah stadion yang terletak di London Utara. Stadion ini adalah markas klub asal Inggris, Arsenal sejak 6 September 1913 hingga 7 Mei 2006.

Stadion ini sudah menggelar 2010 pertandingan Arsenal. Setidaknya, Meriam London --sebutan Arsenal-- meraih 1196 kemenangan di Highbury.

Namun, pada tahun 2006 stadion yang memiliki kapasitas 38.419 tempat duduk ini dihancurkan dan pada tahun 2009. Highbury diubah menjadi sebuah apartemen yang diberi nama Highbury Square.




Maine Road - Man. City



Maine Road merupakan stadion yang pernah menjadi markas Manchester City sejak 1923 hingga 2003. Venue ini pernah menjadi stadion terbesar kedua di Inggris setelah Wembley. Kapasitas Maine Road bisa menampung 100 ribu penonton.

Musim 2003-04, Manchester City pindah kandang ke Etihad Stadium, satu mil dari pusat kota Manchester. Maine Road pun kini beralih fungsi menjadi perumahan yang hemat energi.


Filbert Street - Leicester City



Saat ini stadion Filbert Street telah menjadi bangunan tempat tinggal para mahasiswa-mahasiwa dari dua universitas lokal. Stadion ini dihancurkan pada 2002, kemudian Leicester City pindah kandang ke stadion Filbert Way yang kemudian berganti nama menjadi Walkers Stadium sebelum akhirnya menjadi King Power Stadium.

Filbert Street yang diakhir ‘kiprahnya’ berkapasitas 22 ribu penonton ini sempat memiliki rekor 47 ribu penonton. Tentunya hal itu terjadi sebelum Federasi Sepakbola Inggris (FA) mewajibkan semua stadion di Inggris menghilangkan penggunaan pagar pembatas di stadion setelah kejadian Hillsborough. Kapasitas pun berkurang dari 47 ribu menjadi 22 ribu.


The Dell - Southampton



Stadion The Dell sempat bernama Antelope Ground (1887-1896) dan sempat menjadi kandang tim kriket Southampton pada 1896 hingga 1898. Barulah pada 1898 tim berjuluk The Saints ini bermarkas di The Dell stadium hingga tahun 2001. Total 103 tahun Soton bermarkas di The Dell sebelum hijrah ke St. Mary Stadium.

Saat ini The Dell telah menjadi salah satu perumahan mewah di wilayah Hampshire. Desain mewah menjadi andalan perumahan The Dell House Estate dengan arsitektur taman indah di tengah-tengah bangunan perumahan ini.


Vetch Field - Swansea City



Sejak didirikannya Swansea City (saat didirikan bernama Swansea Town) pada 1912, Vetch Field telah menjadi markas bagi klub asal Wales tersebut. Namun pada 2005, Swansea bermigrasi ke stadion baru mereka, Liberty Stadium.

Semenjak tak digunakan oleh Swansea, Vetch Field sempat menganggur selama enam tahun. Baru pada 2011 stadion ini dihancurkan untuk menarik para investor. Saat dihancurkan, para pendukung Swansea City menaburkan abu setelah stadion ini diratakan.

Pada awal tahun ini, rencananya area bekas Vetch Field ini akan dibangun rumah sakit, taman publik dan area bermain untuk anak-anak.


Roker Park - Sunderland



Sebelum menjadikan Stadium of Light sebagai markas mereka, Sunderland sempat bermarkas di Roker Park Stadium hingga tahun 1997. Meskipun begitu, Roker Park adalah stadion keenam yang pernah menjadi kandang Sunderland.

Sebelum Roker Park dirobohkan untuk dijadikan perumahan, Sunderland menggelar pertandingan terakhir di Roker Park. Yang menjadi lawannya saat itu adalah Liverpool. Dan pada pertandingan perpisahan tersebut, Sunderland memberikan hadiah manis bagi Roker Park dengan kemenangan tipis 1-0.


Lebak Bulus - Persija Jakarta



Stadion Lebak Bulus kini tinggal kenangan. Stadion yang sempat jadi markas Persija Jakarta itu dirobohkan pada hari Selasa 8 September 2015. Bangunan tersebut dibongkar untuk menunjang rencana Pemprov DKI membangun Terminal transportasi massal, MRT (kereta layang).

Stadion yang terletak di antara Poin Square dan Terminal Lebak Bulus ini memiliki kapasitas 12.500 orang. Beberapa turnamen internasional juga sempat digelar di Stadion Lebak Bulus salah satunya adalah Kualifikasi Piala Asia U-16 2008 Grup G dan SEA Games 2011.


Stadion Menteng - Persija



Stadion Menteng atau Stadion Persija di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, kini benar-benar tinggal kenangan. Pada awalnya stadion Menteng ini adalah lapangan sepakbola yang didirikan oleh oleh arsitek Belanda, F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen. Mulanya di tahun 1921, stadion ini bernama Voetbalbond Indische Omstreken Sport (Viosveld).

Sejak tahun 1921, lahan seluas 3,4 hektar tersebut sudah digunakan sebagai tempat berolahraga orang-orang Belanda. Selanjutnya, stadion tersebut digunakan untuk masyarakat umum, dan pada tahun 1961 hingga sebelumya di robohkan digunakan sebagai tempat bertanding dan berlatih bagi Tim Persija. Kini, Stadion Menteng sudah beralih fungsi. Bekas stadion pun sudah tidak terlihat lagi dan telah berubah total menjadi tempat berkumpulanya warga Jakarta.



ID Kaskus : TitikPutih
Read More

Apa yang Terjadi Jika Ronaldo dan Messi Tidak Ada?


Sepakbola tak akan pernah sama tanpa kehadiran dua bintang lapangan hijau ini.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo seolah menjadi fenomena di dunia sepak bola saat ini. Keduanya memikat mata banyak orang dengan penampilan memukau mereka di lapangan selama beberapa tahun terakhir.
Sebagian menyukai Ronaldo dan sebagian lainnya begitu memuja Messi, bahkan ada juga yang menyukai keduanya karena kehebatan dan prestasinya mereka selama ini.
Tapi, pernahkah kamu membayangkan apa yang terjadi kalau di dunia ini gak pernah ada nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo? apa yang bakalan terjadi?

Fernando Torres Akan Memenangkan Ballon d'Or 



Balik pada tahun 2008, saat Ronaldo memenangkan Ballon d’or pertamanya, dia mengalahkan Lionel Messi untuk penghargaan bergengsi tersebut. Tapi hal yang sedikit diingat oleh orang adalah bahwa Fernando Torres menjadi runner-up saat itu. Striker asal Spanyol itu tampil memukai di musim pertamanya di Liverpool, di mana ia mencetak 33 gol hanya dalam 46 penampilan. Jika Torres memenangkan Ballon d’Or pada tahun 2008 dan kemudian penampilannya merosot seperti ketika ia bermain untuk Chelsea maka itu akan menjadi cerita yang luar biasa untuk dibicarakan di dunia sepak bola. Dari seorang peraih penghargaan Ballon d'Or menjadi seorang pemain yang kesulitan untuk mencetak gol, dan ini jelas akan menjadi sesuatu yang menarik.

Chelsea bisa memiliki dua gelar Liga Champions



Chelsea bermain di final Liga Champions pada tahun 2008 ketika mereka menghadapi rival mereka di Premier League, Manchester United, di Moskow. The Blues tampil cukup apik di Rusia dan beberapa kali kecewa lantaran permainan gemilang Edwin van der Sar. Manchester United memimpin pada babak pertama melalui sundulan khas Ronaldo. Pemain asal Portugal itu melompat untuk menyambut bola, yang kemudian melewati Petr Cech di bawah mistar gawang.
Chelsea menyamakan kedudukan melalui Lampard, dan pertandingan terpaksa dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Pada akhirnya, United keluar sebagai juara lewat drama adu penalti. Bagaimana jika Ronaldo tak ada untuk mencetak gol istimewa tersebut? Mungkin Chelsea akan memiliki dua gelar Liga Champions saat ini.

Rekor Gerd Muller akan bertahan



Pada tahun 1972, Gerd Muller mencatatkan rekor gol terbanyak dalam satu tahun kalender dengan mencetak 85 gol untuk klubnya Bayern Munich dan tim nasional Jerman. Muller memecahkan rekor Ferenc Deak, yang mencetak 66 gol pada tahun 1964 dan ia melampaui angka tersebut dengan 29 gol lebih banyak. Sampai pada tahun 2011, pemain yang paling dekat dengan rekor tersebut adalah Cristiano Ronaldo dengan 60 gol. Namun, pada tahun 2012, Lionel Messi memecahkan rekor tersebut dengan mencetak 91 gol dalam satu tahun kalender. Ronaldo telah mencetak 66, 69 dan 61 gol dalam tiga tahun terakhir, namun tak ada pemain lain selain keduanya yang mendekati 85 gol Muller. Sehingga tak salah untuk mengasumsikan bahwa rekor itu akan utuh selama bertahun-tahun jika dua pemain ini tidak ada.

Zlatan Ibrahimovic mungkin jadi bintang di Barcelona



Zlatan Ibrahimovic tak pernah gagal. Pemain asal Swedia itu sukses ke mana pun ia pergi dan meraih beberapa gelar selama karirnya di mana pun ia bermain. Pada tahun 2009, Ibrahimovich memilih untuk bergabung jawara Eropa, Barcelona, dari Inter Milan. Biaya transfernya adalah sekitar 69,5 juta euro (setelah memperhitungkan biaya transfer Eto’o). Barcelona saat itu ditangani oleh Pep Guardiola dan pelatih asal Spanyol itu mengeliminasi striker konvensional dari timnya dan memperkenalkan Lionel Messi di salah satu peran false nine. Ini adalah masalah bagi pemain seperti Ibrahimovic dan Herny. Meskipun hubungannya dengan Guardiola tak hamornis, Ibrahimovic sukses mencetak 16 gol dalam 29 pertandingan untuk raksasa Catalan. Ia tak ingin dijadikan yang kedua di belakang Messi dan pada akhirnya ia dipinjamkan ke AC Milan setelah hanya satu musim membela Barcelona. Jika bukan karena Messi, maka mungkin kita akan melihat Ibrahimovic mencetak lebih banyak gol di Barcelona dan bahkan mungkin memenangkan Liga Champions.

Wayne Rooney akan menyandang status ikon milik Ronaldo



Wayne Rooney bergabung dengan Manchester United setahun setelah Cristiano Ronaldo, tapi saat ini kapten Inggris dan Manchester United itu tak mendapatkan pengakuan yang sama seperti megabintang asal Portugal selama mereka bersama di Inggris Ronaldo menjadi pujaan para penggemar di Old Trafford karena gaya flamboyannya di dalam dan di luar lapangan. Di sisi lain, Rooney hanya seperti pemain yang terlihat biasa-biasa saja. Meskipun Rooney selalu dianggap salah satu pemain terbaik di antara pendukung setia The Red Devils, itu hanya setelah kepergian Ronaldo. Ia mulai mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang dianugerahkan kepada Ronaldo. Antusiasme dan permainan energik Rooney di depan mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir dan ia saat ini adalah salah satu pemain yang paling dicintai para pendukung ‘Setan Merah’. Jika bukan karena Ronaldo, Rooney mungkin akan dengan mudah menyandang status pahlawan di Old Trafford.

Ballon d'Or tak akan menjadi kompetisi antar dua pemain



Dalam enam tahun terakhir, penghargaan Ballon d’Or dibagi antara dua pemain tersebut. Ronaldo memenangkan penghargaan ini pada tahun 2008 dan kemudian Messi meraihnya empat kali berturut-turut sampai tahun 2012. Ronaldo kembali mendapatkan kembali penghargaan tersebut pada tahun 2013 dan sangat mungkin megabintang asal Portugal itu mempertahannya pada tahun 2014. Saat ini Ballon d'Or adalah persaingan antara dua pemain dan penghargaan biasanya diberikan kepada pemain dengan jumlah lebih dari gol banyak dalam satu tahun kalender. Pemain seperti Iniesta, Sneijder dan Ribery yang memimpin klub mereka atau negara dengan penampilan mengesankan nyatanya justru terabaikan demi mendukung Messi dan Ronaldo meraih penghargaan tersebut. Dan tren seperti ini pasti berlanjut kecuali keduanya tidak ada.

Debat Gareth Bale vs Neymar akan menggantikan Ronaldo vs Messi



Selama musim panas 2013, ketika Barcelona membeli Neymar dan Real Madrid merespin dengan mendatangkan Gareth Bale, banyak yang mengatakan bahwa Neymar vs Bale akan menjadi pertempuran individu baru yang sangat menarik untuk disaksikan. Tetapi yang terjadi sebaliknya, perbandingan antara dua pemain ini menjadi kurang signifikan karena kehadiran Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Neymar dan Bale jauh lebih muda dibanding bintang masing-masing tim mereka dan jika tidak ada Ronaldo atau Messi, maka banyak perdebatan yang akan membahas pertempuran 'Bale vs Neymar'. Mungkin dalam beberapa tahun jika dan ketika usia mulai mengejar dua bintang lapangan hijau tersebut, maka kita masih akan melihat persaingan individu antara Neymar dan Bale.

Sepakbola tidak akan sama



Di penghujung waktu, setelah semunya selesai, sepak bola tidak akan sama tanpa kedua. Messi dan Ronaldo telah memberi kita banyak momen luar biasa untuk dinikmati seumur hidup. Menggeser semua persaingan yang ada, dan yakin bahwa jauh di lubuk hati penggemar dua pemain ini akan setuju bahwa ada pemain lain yang sama baik. Kita adalah generasi yang sangat beruntung. Kita sangat beruntung karena kita telah diberi hak istimewa untuk menonton dua pemain legendaris seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo bermain selama hidup kita.

ID Kaskus : svdeo
Read More